Langsung ke konten utama

Beli Kamera DSLR Murah Bisa Kredit

Buat kamu yang tinggal di Jakarta, Surabaya, Jogja, Bandung maupun daerah lainnya dan kebetulan ingin beli kamera DSLR yang murah, bisa kok melakukannya. Caranya adalah dengan memakai cara kredit. Memang sih nantinya kamu perlu mengangsur tiap bulan bayar sekian. Tapi kalau memang dirasa tidak memiliki kemampuan untuk membeli secara kontan sementara kebutuhan untuk membeli kamera DSLR ini sudah tidak bisa ditunda lagi lantaran misalnya kamu sudah memiliki usaha jasa fotografi dan kebetulan kamera yang kamu gunakan selama ini untuk menghidupi hidupmu rusak, ya tidak ada cara lain selain membelinya secara kredit. 

Tidak perlu juga perlgi ke leasing macam Adira, karena sekarang ada toko kamera online yang menyediakan fasilitas pembelian kamera DSLR kredit secara online. Jadi tidak masalah sekalipun kamu tinggal di Medan, Bekasi, Tangerang atau dimanapun. Karena kamu bisa ajukan aplikasi pembelian kamera kredit ini secara online.
Lalu berapa cicilan per bulannya? Kalau itu sih tergantung jenis kamera DSLR yang kamu beli. Tapi secara jelas kamu sudah bisa melihat estimasi atau perkiraan biaya cicilan kredit kamera ini perbulannya langsung di situsnya. 

Coba saja buka situs JD.ID dan cari pada bagian kamera DSLR. Setelah itu kamu bisa lihat pada daftar kamera yang tersedia itu untuk mengintip berapa angsuran yang mesti kamu bayarkan tiap bulannya.
Contoh nih ya misalnya yang kamu incar adalah kamera Canon 700D yang harganya sekitar Rp 10,5 juta. Kalau dicicil selama 24 bulan alias 2 tahun, berarti tiap bulannya kamu hanya perlu membayar Rp 437.458 saja. 

Lalu bila yang kamu inginkan adalah Canon EOS 77D DSLR yang harganya sekitar Rp 17,9 juta untuk periode selama 2 tahun, maka cicilan per bulannya adalah Rp 745.833. Atau kalau kamu ngerasa waktu kredit selama 2 tahun itu terlalu lama, bisa pilih misalnya kredit kamera selama 1 tahun, maka yang perlu kamu bayarkan adalah Rp 1.491.667 tiap bulannya. 

Mari kita lihat jenis kamera lainnya yaitu Nikon D7200. Harga cash kamera ini adalah Rp 17,2 juta. Jika kamu memilih membeli kamera ini secara kredit untuk masa 2 tahun, maka tiap bulannya kamu berkewajiban untuk membayar Rp 717.875.
Nah, jadi sangat tergantung dari tipe kamera DSLR yang ingin kamu miliki itu. Sebab tiap tipe kamera itu harganya juga beda-beda. Tapi rata-rata kamera DSLR ini harganya memang biasanya minimal Rp 10 jutaan. 

Kalau memang kamu punya usaha dengan membuka jasa fotografi, mungkin wedding photography atau mungkin punya usaha foto studio di rumah, opsi kredit semacam ini bisa sangat menguntungkan. Sebab kamu bisa membeli kamera tanpa harus bayar secara tunai di depan. Artinya, kamu pun boleh mengangsurnya sementara manfaat dari kamera yang kamu beli itu sudah bisa kamu nikmati lebih dulu.
Dari hasil usaha jasa fotografi yang kamu jalankan itulah kemudian kamu bisa membayar cicilan kamera ini tiap bulannya.
Asyik kan? Jika kamu memang 
ingin mencoba cara membeli kamera secara kredit itu, coba kunjungi saja situs JD.ID. Bila ada yang kurang jelas mengenai apa saja syarat dan cara pengajuan kredit itu bisa tanya langsung ke CS dari situs tersebut. So, sekarang nggak perlu repot lagi karena kamu bisa membeli kamera dari mana saja. Keajaiban internet telah membuat kita semua bisa mendapatkan kamera dengan harga terbaik serta cara membayar yang juga mudah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 Cara Beli Rumah Cepat

Bisakah Membeli Rumah Inden Dengan KPR ? Berikut Penjelasannya !!!

Rumah inden atau rumah yang belum ada wujudknya karena masih dalam tahap pembangunan merupakan salah satu opsi yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan rumah dijual di Depok dengan harga yang lebih terjangkau. Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan apakah pengajuan KPR dengan kondisi rumah yng masih inden bisa dilakukan?
Pada awalnya pemerintah berencana untuk melarang pembelian rumah inden khususnya melalui proses layanan KPR. Tujuannya untuk mencegah penipuan properti yang dilakukan pengembng atau developer.
Dengan bermodalkan brosur dan kantor sewaaan, developer dan pengembang bisa dengan mudah memperdaya konsumen dengan bualannya yang menjanjikan rumah seger dibangun. Ketika kondumen sudah menyetorkan uang sekian persen untuk rumah yang dilipih, menghilanglah developer atau pengembang tersebut. 

Selain itu larangan ini pun berlaku untuk menghindari aksi spekulasi atau investor yang memborong rumah di suatu kawasan. Aksi seperti ini akan membuat harga properti semakin melambu…