Langsung ke konten utama

Benarkah Kampung Akuarium akan digusur juga



Cawagub DKI Jakarta Sandiaga Uno meminta gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengkaji kembali penertiban di Kampung Akuarium, Jakarta Utara. Sandiaga mengaku belum dapat memberikan solusi karena belum menjabat.

"(Penertiban) harus dikaji kembali. Tapi 6 bulan ke depan masih Pak Basuki dan Pak Djarot," kata Sandiaga di Jalan Melawai, Jakarta Selatan, Rabu (3/5/2017).

Sandiaga mengaku telah menghubungi kubu Ahok-Djarot untuk menawarkan bantuan dalam menyelesaikan pemerintahan mereka. Ia berharap semua kebijakan Ahok dapat diselesaikan pada Oktober.

foto ilustrasi: bbc.com
"Kita tunggu apa yang dibutuhkan, saya sudah menawarkan sih ke PakBasuki-Djarot apa yang menjadi hal yang bisa kita bantu. Untuk memastikan 6 bulan ke depan. Mereka sukses mengelola Jakarta dan dipastikan selesai Oktober-nya di Oktober banyak yang diselesaikan," katanya.

Sebelumnya, Ahok mengatakan akan terus melakukan penertiban di Kampung Akuarium. Bahkan penertiban akan dilakukan hingga akhir masa jabatannya pada Oktober 2017.


"Ya kita sikat (tertibkan) terus," ujar Ahok saat ditanya soal langkah yang dipilih agar Kampung Akuarium tak kembali diduduki warga, Selasa (2/5).

Ahok mengaku sudah meminta Wali Kota Jakarta Utara dan Satpol PP melakukan penertiban di Kampung Akuarium. Dia membenarkan bahwa penertiban akan dilakukan pada pekan ini.

https://news.detik.com/berita/3490804/sandiaga-minta-ahok-kaji-lagi-penertiban-kampung-akuarium

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beli Kamera DSLR Murah Bisa Kredit

Bisakah Membeli Rumah Inden Dengan KPR ? Berikut Penjelasannya !!!

Rumah inden atau rumah yang belum ada wujudknya karena masih dalam tahap pembangunan merupakan salah satu opsi yang bisa kamu pilih untuk mendapatkan rumah dijual di Depok dengan harga yang lebih terjangkau. Tidak sedikit masyarakat yang mempertanyakan apakah pengajuan KPR dengan kondisi rumah yng masih inden bisa dilakukan?
Pada awalnya pemerintah berencana untuk melarang pembelian rumah inden khususnya melalui proses layanan KPR. Tujuannya untuk mencegah penipuan properti yang dilakukan pengembng atau developer.
Dengan bermodalkan brosur dan kantor sewaaan, developer dan pengembang bisa dengan mudah memperdaya konsumen dengan bualannya yang menjanjikan rumah seger dibangun. Ketika kondumen sudah menyetorkan uang sekian persen untuk rumah yang dilipih, menghilanglah developer atau pengembang tersebut. 

Selain itu larangan ini pun berlaku untuk menghindari aksi spekulasi atau investor yang memborong rumah di suatu kawasan. Aksi seperti ini akan membuat harga properti semakin melambu…

4 Cara Beli Rumah Cepat